Media Berbagi Informasi, Bisnis Mentor dan Berbagai Referensi Semoga Menginspirasi

Breaking

19 December 2016

Resonansi sebuah Getaran

Garpu Tala - Resonansi
Garpu Tala
Resonansi merupakan proses bergetarnya suatu benda dikarenakan ada benda lain yang bergetar, jika benda tersebut memiliki frekuensi sama dengan benda yang sedang bergetar. Gejala ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain disebut resonansi.
Konsep sederhana Resonansi oleh garputala
Gambar di atas dua buah garpu tala yang mempunyai frekuensi sama diletakkan pada kotak yang diberi kotak udara. Jika garpu tala Akemudian digetarkan dengan cara dipukul dengan alat pemukul dan dibiarkan bergetar beberapa saat kemudian dipegang hingga berhenti bergetar, ternyata garpu tala B yang didekatnya terlihat masih bergetar.
Hal tersebut bisa terjadi karena getaran yang dihasilkan oleh garpu tala A merambat di udara dan menggetarkan garpu tala B. Peristiwa itu disebut resonansi. Tetapi sekitainya frekuensi garpu tala B tidak sama dengan frekuensi garpu tala A, maka garpu tala B tidak akan bergetar. Jadi, dapat disimpulkan resonansi adalah ikut bergetarnya suatu sumber bunyi akibat sumber bunyi yang lain.
[1]
Bagaimana dengan resonansinya hati?
Daya gabung (sinkroding) pikiran dan perasaan ( “akal” dan “hati”) adalah pancaran getaran yang kuat. Semua realitas alam semesta merupakan getaran, demikian juga alam pikiran dan perasaan kita.
Pemahaman dari sisi kuantum… seluruh benda di alam semesta hanyalah onggokan energi yang bergetar, demikian dengan tubuh manusia dan getaran hati (penyatuan pikiran dan perasaan).
Bila membreakdown benda apa pun, maka kita menemukan benda tersebut tersusun dari bagian-bagian lebih kecil disebut molekul (dan bergetar). Molekul kalau diuraikan lagi akan menemui atom (juga bergetar). Atom sendiri terdiri atas bagian-bagian lebih kecil lagi disebut partikel-partikel sub atomik (seperti elektron, proton, dan neutron… juga bergetar). Partikel-partikel tersebut juga tersusun dari bagian-bagian lebih kecil dikenal “Quark” (juga bergetar), sebab quark dikenal sebagai “pilinan energi” yang bergetar dan seterusnya…
Seluruh alam semesta ini tidak lebih dari onggokan energi yang bergetar dalam setiap tingkatannya dan membentuk suatu sistem alam semesta berupa lautan energi yang bergetar. Perbedaan getaran menyebabkan dikenal sebagai benda padat, cair, gas, memancarkan warna yang berbeda, aroma yang tak sama, suhu, kasar – halus, dan sebagainya.
Badan kita dan seluruh eksistensi kita sebenarnya bagian dari alam semesta… semuanya bagian dari samudera energi yang bergetar denga frekuensi yang berbeda-beda pada tingkat lokal dan persial-persial.
Ketika hubungan frekuensi terjadi dari onggokan energi satu (meng-match) ke frekuensi onggokan energi lain, sehingga onggokan energi tersebut berhubungan satu sama lain melalui gaya-gaya di alam semesta (gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, dan nuklir [gaya lemah dan gaya kuat]). Dan semua gaya merupakan penampakan dari lautan energi alam semesta.
[2]
Karena itu kita diperintahkan untuk berprasangka baik kepada Allah, karena Allah tergantung prasangka hambaNya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً (رواه البخاري، رقم 7405 ومسلم ، رقم 2675 )
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR Bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
Dapat diperhatikan dalam hadits ini, hubungan yang sangat jelas sekali antara husnuzhan dengan amal. Yaitu mengiringinya dengan mengajak untuk mengingat-Nya Azza Wa Jalla dan mendekat kepada-Nya dengan ketaatan. Siapa yang berprasangka baik kepada Tuhannya Ta’ala semestinya akan mendorongnya berbuat ihsan dalam beramal.
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
Sesungguhnya seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki amalnya. Sementara orang buruk, dia berprasangka buruk kepada Tuhannya, sehingga dia melakukan amal keburukan.” (HR. Ahmad, hal. 402).
Ibnu Qayim rahimahullah berkata:
Siapa yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan, akan mengetahui bahwa khusnuzhan kepada Allah adalah memperbaiki amal itu sendiri. Karena yang menjadikan amal seorang hamba itu baik, adalah karena dia memperkirakan Tuhannya akan memberi balasan dan pahala dari amalannya serta menerimanya. Sehingga yang menjadikan dia beramal adalah prasangka baik itu. Setiap kali baik dalam prasangkanya, masa semakin baik pula amalnya.”
Secara umum, prasangka baik akan mengantar seseorang melakukan sebab keselamatan. Sedangkan kalau melakukan sebab kecelakaan, berarti dia tidak ada prasangka baik.” (Al-Jawabu Al-Kafi, hal. 13-15 )
Abul Abbas Al-Qurtubi rahimahullah berkata:
“Pendapat lain mengatakan, maknanya adalah: Mengira akan dikabulkan apabila berdoa, mengira diterima ketika bertaubat, mengira diampuni ketika memohon ampunan, mengira diterima amalnya ketika melaksanakannya dengan memenuhi persyaratan, serta berpegang teguh terhadap kejujuran janji-Nya dan lapangnya KeutamaanNya.
Saya katakan demikian, karena dikuatkan dengan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam; ‘Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan (doanya).’ (HR. Tirmizi dengan sanad shahih)
[3]
Getaran-getaran yang baik lewat pemikiran dan prasangka baik akan menghasilkan respon yang baik.
Dan juga, hal ini berpengaruh dengan lingkungan Anda, jiwa-jiwa yang baik enggan berkumpul berlama-lama dengan jiwa yang berlawanan, seperti halnya magnet.
Allah Azza wa Jalla menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Di antara sifat ruh (jiwa) adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hakekat ini dengan bersabda:
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah).
HR al-Bukhâri no. 3336 dan Muslim no. 6708
Kalaupun dipaksakan, maka salah satunya bisa terpengaruh dan cenderung mengikuti yang lainnya, bisa jadi kebaikan yang mendominasi, atau sebaliknya.
Karena itu, dalam Islam kita sangat dianjuran untuk memilliki teman-teman yang baik, karena akan beresonansi dengan pribadi kita sehingga kita pun mendapat pengaruh yang baik dari teman-teman yang baik, entah itu nasihat, baik mengajak kebaikan untuk datang ke majelis ilmu, atau membantu mencegah kita dari kemunkaran semisal ghibah, saling menularkan kebiasaan baik berupa amal-amal shalih, ilmu yang bermanfaat, dll.
Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman. HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)
Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.
Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)
Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-Qâsim, imam Masjid Nabawi dan hakim di Mahkamah Syariah Madinah, beliau berkata, “Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan teman pergaulannya. Manusia saja bisa terpengaruh bahkan dengan seekor binatang ternak.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


الْفَخْرُ وَالْخُيَلاَءُ فِي الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ
Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala onta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing. HR. al-Bukhâri no. 3499 dan Muslim no. 187
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa mengembalakan onta akan berpengaruh akan timbulnya kesombongan dan keangkuhan dan mengembalakan kambing berpengaruh akan timbulnya sifat ketenangan. Jika dengan hewan saja, makhluk yang tidak punya berakal dan kita tidak tahu apa maksud dari suara yang dikeluarkannya, manusia saja bisa terpengaruh .… maka bagaimana pendapat Anda dengan orang yang bisa bicara dengan Anda, paham perkataan Anda, bahkan terkadang membohongi dan mengajak Anda untuk memenuhi hawa nafsunya serta memperdayai Anda dengan syahwat? Bukankan orang itu akan lebih berpengaruh?
Khuthuwât ila as-Sa’âdah hlm. 141
[4]
Haadzaa huwa, bermula dari rasa penasaranku tentang bagaimana hati bergetar ketika hati dilanda kerinduan.

Allahu A'lam. Allah Maha Mengetahui.
Semua kesalahan yang ada di blog ini datangnya dari kesalahan dan lalainya manusia (saya sendiri), mohon koreksinya kalau dirasa ada yang salah.