Resonansi Alam

Media Berbagi Informasi, Berbagai Referensi Semoga Menginspirasi

Breaking

27 March 2017

Masjid Agung At Thoriyah | Penelusuran Raden Muhammad Thohir (Empang-Bogor)

                                                                 
Masjid Agung At Thoriyah | Penelusuran Raden Muhammad Thohir (Empang-Bogor)
Assalammualaikum Wr. Wb. Salam Sinergi
Selamat siang sobat, saya mencoba mengulas kembali apa yang pernah didapatkan karena rasa penasaran dan keingintahuan mengenai R. M. Thohir, mohon ijin saya menampilkan Masjid Agung At Thoriyah | Penelusuran Raden Muhammad Thohir (Empang-Bogor), semoga ini menjadi referensi. Artikel didapat dari sumber  http://galeribogor.net/mesjid-di-bogor/dsc_3917/ August 1st, 2011 

Masjid Agung At Thoriyah, merupakan masjid agung pertama yang dibangun dan berdiri diwilayah Bogor Raya ini, karena saat itu belum ada pembagian wilayah kekuasan antara pemerintah Kota Bogor dengan pemerintah Kabupaten Bogor dan kediaman Bupati Bogor masa lalu.

Bentuk awal bangunan Masjid Agung Empang mirip sebuah panggung dari sebuah pondok pesantren (pontren) dengan gaya bangunan jawa, yang berkncup diatas atapnya tampak sederhana. Adanya menara dan sebuah tanda bulan bintang yang menjadi pertanda kalau bangunan itu adalah sebuah masjid. Namun karena perubahan zaman menjadikan bentuk masjid mengalami banyak perubahan sesuai dengan kebutuhan. Masjid Agung Empang ini diberi nama “At- Thohiriyah” diambil dari nama Rd.Haji Moehammad Thohir yang wafat pada tahun 1845. Masjid ini dibangun diatas tanah seluas kl.5.509 M2 dengan luas bangunan masjid pada waktu itu plus sarana lain serta halamannya total 1.285 m2, areal tanah masjid sendiri kl.2.605 m2 sedangkan luas tanah wakaf alun – alun kl.2,904 m2.

Pada masa itu kedudukan Bupati Bogor selain sebagai pemimpin pemerintahan juga sebagai pimpinan kegiatan agama islam di Bogor, yang salah satu diantaranya adalah Dalem Soerya Winata alias R.H Moh.Sirodz beliau selain dikenal sebagai bupati juga dikenal sebagai seorang ulama pimpinan Ummat Islam di Bogor.

Masjid Agung Empang Bogor sendiri dibangun oleh RH Moehammad Thohir, cucu Dalem Cikundul Cianjur (R.Arya Wiratanu Datar II) yang telah mewakafkan tanahnya pada Masjid Agung Empang tsb. Tahun 1817. Pembangunan masjid dilanjutkan oleh salah satu putranya yaitu R.Adipati Wiranata (Dalem Wiranata/Dalem Sepuh) Bupati Bogor tahun 1849, yang wafat di Mekah. Kemudian disempurnakan pembangunannya oleh salah satu cucunya R.Adipati Soeriya Winata alias RH Muhammad Sirodz – Bupati Bogor tahun 1875 yang dikenal dengan sebutan “Dalem Sholawat”, wafat pada 13-05-1872.
Pemeliharaan atau pemugaran Masjid Agung Empang juga diteruskan oleh generasi berikutnya. Dari Dalem Sholawat ke salah satu putranya yakni R.Muhammad Sholeh (Wafat di purwakarta pada 09-05-1923), terus berlanjut kepada salah satu putranya yakni R.Ace Padmanagara Abdul Qodir/Mama Ace. Sampai akhirnya kepada generasi sekarang pembangunan/renovasi, kemakmuran dan pemeliharaan Masjid ini dilaksanakan oleh Yayasan Masjid Agung Empang At Thohiriyah Wiranata.

Tanah wakaf Alun-alun Empang dan masjid Agung Empang, adalah merupakan Tanah Wakaf yang berasal dari wakif RHM Thohir, ayahanda dari R.Adipati Wiranata (Regent/Bupati Bogor yang pertama) dan untuk mengenang jasa-jasanya dibentuklah Badan Hukum Yayasan Masjid Agung Empang Bogor At Thohiriyah untuk mengurus dan mengelola tanah wakaf tsb. Secara lebih luas lagi.

Sejak tahun 2008 menyesuaikan diri dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-undang No.41 tahun 2004 tentang wakaf serta peraturan pemerintah No. 42 tahun 2006 tentah pelaksanaan Wakaf. Selain itu melalui keputusan rapat para pengurus telah sepakat untuk menggabungkan kedua yayasan tsb.menjadi satu nama yaitu Yayasan At-Thoririyah Wiranata yang telah memperoleh pengesahan dari Departemen Hukun dan HAM RI dan juga telah resmi tercatat dalam Tambahan Berita Negara RI No.32 tanggal 18 April 2008.
Melihat nilai sejarah yang dikandungnya, dengan usia Masjid sekarang kl.194 tahun kiranya perlu mendapat perhatian semua pihak untuk memelihara keagungan Masjid tsb. Sebagai “heitage” warisan para pendahulu/Orang tua kita pada masa lalu dan merupakan salah satu ikon Masjid bersejarah serta memliliki nilai Cagar budaya di Kota Bogor khususnya.
Kondisi Fisik Bangunan Masjid

Bangunan Masjid ini berada diwilayah Rt.01 Rw.11 Kelurahan Empang Kecamatan Bogor selatan saat ini secara struktural dibawah Yayasa At Thohiriyah Wiranata. Secara umum bentuk fisik dari gedung Masjid masih cukup baik, apalagi setelah ada beberapa donatur baik dari per-orangan maupun dari instansi yang turut serta merehab/merenovasi bangunan Masjid sehingga seperti kondisi sekarang.
Posisi bangunan Masjid berbatasan dengan perumahan pendukuk disebelah barat dan selatan, sedangkan disebelah utara dan timur Masjid adalah jalan raya da alun-alun. Bangunan Masjid terbagi atas 3(tiga) bagian. Sayap kiri sebagai tempat wudhu, gudang, dan ruangan bekas TK perwanida (sekarang digunakan sebagai sekretariat/kantor Yayasan At Thoriyah Wiranata dan Kantor DKM). Bangunan Tanah/Induk sebagai ruang utama bangunan Masjid berbentuk Aula/ruangan terbuka berukuran kl.20 x 50 m2 dengan 4 (empat) tiang besar penyangga sebagai pusat aktifitas ibadah sholat dan ruang ganti khotib jum’at.

Sedangkan Sayap Kanan digunakan untuk aktifitas Madrasah Diniyah Majelis Ta’lim dan Perpustakaan yang secara umum dapat dinikmati oleh warga sekitar/pengunjung Masjid.Bangunan di Sayap kanan juga sebagai tempat wudhu, MCK dan gudang serta sebagai penghubung diantara dua bangunan (Sayap kanan dan tengah). Sesuai dengan harapan DKM periode 2008-2013 yang juga sebagai Ketua Panitia Renovasi/Pembangunan Masjid, perlunya dilanjutkan pembangunan tsb. Dipriotaskan pada bagian atas Masjid (Plafond dan Kubah). Walaupun dengan segala keterbatasan dan hambatas didalam peningkatan mutu pelayanan Masjid, alhamdulillah telah ada peningkatan sarana fisik (bangunan) dan mebuatnya menjadi jauh lebih layak untuk sholat serta kegiatan sosial keagamaan.

Alun-alun Empang
Pada zaman dahulu Plaza/lapangan terbuka seperti ini bagi masyarakat kita lebih dikenal dengan nama alun-alun. Sperti halnya Alun-alun Empang dengan ciri khasnya ada pohon beringin besar dan dilkelilingi oleh Masjid Agung, Kantor Agama tempo doeloe, toko-toko kecil yang menjual makanan, busana muslim dsb. Barangkali sebaiknya ada tugu bersejarah/monumen ataupun air mancur yang juga menjadi ikon Bogor Selatan sebuah tepat berkumpul masyarakat untuk berbagai kegiatan didalamnya seperti berolah raga ringan, atau tempat penyelenggaraan pameran, pasar ramadhan, takbir akbar dan pertunjukan kesenian yang bernuansa islam (Kasidahan, Nasid, Maramis dsb.)
Adapun Alun-alun Empang yang berada tepat dimuka Masjid yang seharusnya mendukung keagungan dan kemegahan, kesucian Masjid ternyata malahan kondisinya dewasa ini sangat memprihatinkan. Kondisinya saat ini menunjukan adanya kesan sangat kotor, becek, kurang terplihara, penggunaan yang tidak pada semestinya yaitu sebagai tempat/mangkal pedagang kaki lima, pedagang mobil bekas, pasar bayangan bagi pedagang kambing dan terminal bayangan bagi angkot serta jasa angkutan barang dsb. Dengan melihat dan memperhatikan kondisi tsb. Perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari kita semua. DKM Masjid Agung Empang, maupun Yayasan ATW tidak mempunyai kemampuan dan wewenang untuk menata dan menertibkannya, maka sangat diharapkan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk dapat mencurahkan perhatian dan bantuannya. Harapan kami dan kita semua khususnya warga Bogor, kondisi Alun-alun Empang dimasa datang adalah sebuah taman lingkungan yang tertib, bersih, indah nyaman dan aman yang mendukung keagungan serta kesucian juga kemegahan Masjid Agung Empang.
Sehingga nantinya bukan saja masyarakat empang pada khususya tetapi juga masyarakat Kota Bogor pada umumnya dapat menikmati dan memanfaatkannya sebagai sarana rekreasi, wisata kuliner, oleh-oleh khas Mekah/Haji, sebagai tempat ngabuburit di bulan Ramadhan, kuliner jajanan /tajil buka puasa dsb.

Bahkan pada sata-saat tertentu / hari besar Islam, misalnya Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, yang biasanya jumlah pengunjung sholat meluap tidak tertampung diruangan dalam Masjid, maka lokasi Alun-alun /taman dapat dimanfaatkan sebagai tempat barisan shaf sambungan dari shaf sholat yang ada dalam Masjid.
Mari saudara-saudaraku kita bangun Masjid dan Alun-alun Empang Bogor, yang mau infak dan shodaqoh jariyah silahkan kontak melalui alamat Sekretariat Yayasan Sekretariat/Kantor Yayasan At Thoriyah Wiranata, Jalan RHM. Thohir No. 1 Bogor. Subhanallah .. Wallahu..

Demikian artikel  Masjid Agung At Thoriyah | Penelusuran Raden Muhammad Thohir (Empang-Bogor). Semoga bermanfaat bagi yang memerlukan sebagai referensi terutama keluarga besar R. M. Thohir yang sedang mencari jejak. Terimakasih


Video Bar

Loading...